Quraish Shihab Berbicara tentang Cinta

1
1062

BincangSyariah.Com – Dewasa ini dunia sedang dilanda krisis minimnya cinta dalam kehidupan. Saling bunuh membunuh antarsesama bahkan saudara, tak lain karena prihatinnya aspek cinta di antara sesama. Kekerasan dalam rumah tangga, pelecehan seksual, bahkan baku hantam antarnegara tak dapat dielakkan. Kata “cinta” memang masih didengungkan bahkan acap kali di antara kita menjadi budak cinta, tapi perwujudan “cinta” itu bertentangan dengan hakikat cinta yang dituntut oleh cinta.

Yang mencintai tak akan membenci, bahkan ia akan menemukan sisi baiknya. Penegakan cinta didambakan tak hanya di dalam keluarga saja, namun juga masyarakat luas bahkan dunia.

Buku ini berusaha menyajikan uraian tentang cinta dalam pandangan Islam dan ajarannya tentang cinta dalam sekian banyak aspek. Tak hanya untuk menampik tuduhan keliru tentang Islam, namun juga untuk mendorong tumbuhnya cinta dalam masyarakat. Selain itu, di dalam buku ini dibubuhi beberapa bait syair dendang cinta, karena siapa pun yang membicarakan cinta akan selalu bahagia mendendangkannya, terlebih saat sedang mencinta atau bernostalgia tentang cintanya.

Quraish Shihab menuliskan buku Jawabannya Adalah Cinta bukan tak mengundang respon dari rekan-rekannya. Seorang pakar ahli tafsir yang terbiasa berbicara serius tentang ayat-Nya kini menuliskan narasi cinta dan asmara. Namun kita bisa menengok kembali perjalanan ulama besar terdahulu yang tak sedikit dari mereka juga menguraikan cinta, bahkan melantunkan syair cinta yang kental akan makna. Terlebih, kedalaman makna yang hendak disampaikan oleh pengarang terkadang tak mampu kita gapai karena kedangkalan ilmu dan perasaan kita sendiri.

Ibnu Hazm dalam bukunya Thauq al-Hamamah (Kalung Merpati) menuliskan, “Cinta pada awalnya permainan dan pada akhirnya kesungguhan. Ia tak dapat dilukiskan tetapi harus dialami agar diketahui. Agama tak menolaknya dan syariatpun tak melarangnya, karena hati di tangan Tuhan, Dia yang membolak-baliknya”. (hlm. 17)

Baca Juga :  Agar Kembali ke Quran Hadis Kalian Tidak Sesat, Baca Buku Ini

Ibnu Sina menilai cinta sebagai “penyakit”. Filsuf dan dokter ini menguraikan gejala-gejalanya. Hati si pencinta selalu bergejolak, tidak stabil, sekali senang sekali susah, sekali tertawa dan di lain kali menangis. Inilah cinta dalam arti asmara sepasang kekasih.

Cinta adalah penyakit yang diidamkan tapi tidak dikehendaki kesembuhannya. Si pencinta tak juga ingin siuman darinya. Cinta memperindah apa yang tadinya buruk dan mempermudah apa yang tadinya berat baginya.

Itulah cinta, cinta adalah waham dalam arti ia adalah sebuah konsep irrasional sehingga tidak dapat dijelaskan secara rasional. Oleh sebab itu seorang yang sedang terjangkit virus cinta ia tak akan mampu merasionalkan perasaanya, bahkan ia dibutakan oleh cinta. Cinta ibarat oksigen. Kita membutuhkannya dan merasakan manfaatnya untuk kenyamanan bahkan kelanjutan hidup kita, tetapi kita tak dapat melihatnya pun tak dapat merabanya.

Sebelum Islam datang, sudah banyak hikayat yang membuktikan bersemainya cinta dan asmara dalam hati manusia. Bahkan, sekian banyak riwayat menguraikan bahwa asmara yang tumbuh pada masa lalu itu ada yang sedemikian suci dan sebagian yang lain tak sejalan dengan norma-norma kesucian yakni menggambarkan pengkhianatan dan perzinaan. Datangnya Islam untuk meluruskan penerapan cinta itu agar terjalin dengan penuh hormat dan kesucian, bukan melarang cinta dan asmara.

“Cinta membutuhkan penghormatan. Cinta dan asmara adalah kesepahaman, dan kesepahaman tidak harus melahirkan kesepakatan tetapi mutlak melahirkan penghormatan. Siapa lagi yang akan menghormati anda jika anda tidak dihormati oleh kekasih anda?” (hlm. 201)

Buku ini menjelaskan bagaimana cinta suci nan sejati. Ajaran Islam datang untuk mendorong manusia agar saling mencintai. Mari mencintai segala sesuatu yang baik, lihatlah sisi positif segala sesuatu, arungi kehidupan melalui pintu cinta, jangan tebarkan aura kebencian antarsesama.

Baca Juga :  Bedah Buku "Tafsir Al-Misbah dalam Sorotan" di UIN Jakarta, Muchlis M. Hanafi: Ada Kekeliruan Mendasar Secara Metodologi dan Substansi

Identitas Buku

Judul               : Jawabannya Adalah Cinta

Penulis            : M. Quraish Shihab

Penerbit           : Lentera Hati

Tahun Terbit   : Juli, 2019

Halaman         : 320 hlm

ISBN               : 978-602-7720-89-3

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here