Merekam Agama dan Budaya dalam Esai-esai Bahari

0
14

BincangSyariah.Com – Budayawan Radhar Panca Dahana (RPD) menerbitkan satu buku bertemakan agama dan budaya dalam rangka memperingati ulang tahunnya yang ke-50 tahun 2015 silam. Buku berjudul Agama dalam Kearifan Bahari ini bukan satu-satunya. Ada beberapa buku lain yang juga diterbitkan serempak.

Buku ini memuat tujuh bab yang masing-masing memiliki muatan agama dan budaya. Tujuh bab ini memuat esai-esai yang ditulis oleh RPD dalam merespons sebuah isu. Ada juga beberapa esai yang menggambarkan pemikirannya secara utuh. Lainnya adalah esai yang ditulis berdasarkan pengalaman pribadi penulisnya sendiri.

Bagian awal bertajuk Gus Dur, NU, dll. Dalam bagian pertama, judul yang dipilih adalah Gus Dur dan Nahdlatul Ulama (NU). Ada tujuh esai yang keseluruhannya membahas tentang kehidupan Gus Dur beserta pemikirannya dan bagaimana posisi NU dalam merespons berbagai peristiwa.

Bagian kedua berjudul Islam dan Kekerasan. Di sini, RPD menulis esai yang memaparkan tragedi di Timur Tengah lalu menyambungkannya dengan kondisi psikologis orang-orang di Indonesia yang turut terpengaruh oleh tragedi tersebut.

Bagian ketiga adalah bagian yang paling berbeda dengan bagian-bagian lainnya. Terkiat tema agama dan budaya dalam buku ini, bagian ketiga justru mengambil sisi spiritualisme yang dipaparkan dalam bentuk puisi. Bagian ini bertajuk Seni dan Lainnya yang memuat bagian lain berjudul Diri yang Puisi.

Memasuki bagian berikutnya yang diberi judul Spiritualisme Bahari, ada bagian keempat dengan judul Islam di Adab Kepulauan di mana dalam esai-esainya RPD menjelaskan tentang bagaimana kondisi dan relasi yang sebenarnya antara Islam sebagai agama dan Indonesia yang memiliki berbagai macam budaya.

Bagian lima berjudul Mudiklah Kita, memuat esai-esai tentang bagaimana seorang Muslim menghadapi hari raya Idul Fitri dan memaknainya dari tahun ke tahun. Tak lepas dari garis besarnya tentang agama dan budaya, esai-esai dalam bagian ini juga bercerita tentang bagaimana kekuatan Islam sebagai agama dalam dunia kultural.

Baca Juga :  "Futuhat Al-Asrariyah" dan Polemik "Wahdatul Wujud" di Palembang 

Bagian berikutnya adalah Diri yang Bahari di mana di dalamnya ada empat esai tentang bagaimana manusia menjadi dirinya sendiri. Bagian ini kemudian disusul dengan bagian kelima yang bertajuk Adab Keberagaman Bahari Kita.

Bagian pamungkas ini memuat dua bagian yakni bagian keenam yang berjudul Beragama Ke Luar dan bagian terakhir dengan judul Beragama ke Dalam. Bagian keenam berisi enam esai sementara bagian ketujuh berisi tujuh esai yang kesemuanya membahas tentang Islam dalam Bahari, agama dan budaya.

Dalam bagian keenam, RPD membahas tentang Tuhan, bagaimana sikap keberagamaan orang-orang di Indonesia, kebahagiaan, waktu. Inti dari esai-esai dalam bagian ini adalah bagimana manusia meramu agama dan menyelaraskannya dengan dunia luar, kehidupan di masyarakat yang bukan merupakan hal-hal di luar dirinya.

Bagian ketujuh yang merupakan bagian terakhir menghimpun esai-esai tentang nilai-nilai keilslaman dalam diri. RPD menulis tentang kesadaran, puasa, kurban, bahkan tentang pandangan hidup ala orang Timur yang khas Indonesia.

Dalam catatannya, RPD menuliskan bahwa buku ini dituliskan untuk menjadi alternatif dalam diskursus pemikiran tentang bagaimana menyikapi agama dan membentuk sikap keberagaaman yang lebih fit-in dengan realitas kotemporer.

RPD menghadirkan alternatif yang berlandaskan konsep bahari sebagai jalan tengah antara Islam Nusantara dan Islam modern atau yang kerap sembarang disebut sebagai Islam Liberal. Buku ini adalah hasil pemikiran seorang intelektual yang memandang agama dan budaya dengan konsep bahari yang khas Indonesia.[] (Baca: Mari Mengenal Empat Nalar Fikih Islam Nusantara)

Judul               : Agama dalam Kearifan Bahari

Penulis             : Radhar Panca Dahana

Penerbit           : Balesastra Pusaka

Edisi                : Cetakan Pertama, Februari 2015

Tebal               : 234 halaman + xviii

ISBN               : 978-979-1442-75-6

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here