Konsep Hak Asasi Manusia dalam Islam

0
300

BincangSyariah.Com – Banyak orang menyatakan bahwa hak asasi manusia dalam ajaran Islam sangatlah kuat. Pernyataan tersebut apabila tidak dibuktikan tentu hanya akan menjadi isapan jempol belaka. Melalui buku ini, Musdah Mulia hadir untuk membuktikan, ada banyak nilai-nilai dalam Islam yang sama dengan nilai-nilai dalam konsep hak asasi manusia.

Buku ini menghadirkan lima bagian yaitu Hak Asasi Manusia di Indonesia; Konsep Umum dan Problematikanya, Hak Kebebasan Beragama di Indonesia, Hak Asasi Perempuan, dan Hak Asasi Kelompok Rentan.

Sebagai buku kumpulan tulisan, buku ini merangkum pemikiran Musdah Mulia sewaktu berkutat di dunia pergerakan selama kurang lebih 20 tahun selama 1980 s/d 2000. Buku ini juga merangkum pengalamannya saat berkunjung ke berbagai desa dalam Program Kelangsungan Hidup Anak (PKHA).

Hak Asasi Manusia atau yang biasa disingkat HAM adalah hak pokok yang dimiliki manusia sejak dilahirkan yang tidak dapat diganggu gugat sebab HAM adalah anugerah Tuhan Yang Maha Esa. Indonesia mengatur HAM dalam Undang-undang No.39 tahun 1999.

HAM adalah hak dasar yang secara kodrat melekat pada diri manusia yang bersifat universal dan langgeng. HAM sudah ada sejak lahir bersama dengan sifat-sifat atau ciri hak asasi. Hakiki artinya hak yang dimiliki oleh semua orang sejak mereka dilahirkan.

Sifat HAM yang universal mengartikan bahwa HAM berlaku untuk semua orang tanpa memandang status sosial, agama, suku, ras, dan juga perbedaan lainnya. Permanen atau tidak dapat dicabut, artinya HAM tidak dapat dihilangkan atau diserahkan kepada orang lain. Tidak dalpat dibagi, artinya semua orang berhak mendapatkan semua hak yang sudah diatur dan ditetapkan.

Dalam buku ini, Musdah Mulia menyatakan bahwa konsep HAM berakar dari penghargaan terhadap manusia sebagai makhluk berharga dan bermartabat. Ia menjelaskan bahwa konsep HAM menempatkan manusia sebagai subyek, bukan obyek.

Baca Juga :  Kiat Sukses Ramadan Ala Rasulullah

HAM juga memandang manusia sebagai makhluk yang dihargai dan dihormati tanpa membedakan ras, kulit, jenis kelamin biologis maupun sosial atau gender, suku bangsa, bahasa, maupun agamanya.

Musdah mencatat, meskipun istilah HAM belum dikenal saat Islam turun pada masyarakat Arab pada abad ke-7 Masehi, tapi prinsip-prinsip penghormatan dan penghargaan pada manusia dan kemanusiaan sudah diajarkan Islam secara tegas.

Berangkat dari inti ajaran Islam, tauhid, Musdah menegaskan dalam tulisan-tulisannya di buku ini bahwa tauhid mengajarkan kepada manusia bahwa hanya ada satu pencipta, yaitu Tuhan. Tuhan menciptakan manusia sebagai makhluk yang bermartabat dan harus dihormati tanpa membedakan satu sama lain.

Kelebihan dari buku ini adalah data dan analisis yang tajam tentang teori dan praktik HAM yang terjadi di dunia, lebih spesifiknya di Indonesia. Meskipun data yang dipaparkan sudah lebih dari 20 tahun, kita masih bisa belajar dari pemaparan Musdah tentang bagaimana ajaran agama Islam dan prinsip-prinsip HAM bisa dijalankan bersama.

Sebagai aktivis perempuan, dalam buku ini Musdah menekankan tentang pentingnya Hak Asasi Anak dan Hak Asasi perempuan yang selama ini terabaikan. Ia menyerukan bahwa Hak Asasi Manusia bukan tentang laki-laki dan orang dewasa saja, tapi juga mencakup anak-anak dan perempuan, termasuk para penyandang disabilitas.[]

Judul               : Islam dan Hak Asasi Manusia

Penulis            : Musdah Mulia

Penerbit           : Naufan Pustaka

Edisi                : Pertama, Juli 2010

Tebal               : XVII + 360 halaman

ISBN               : 978-602-96508-3-9

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here