Kitab Al-Mawaidh Al-‘Ushfuriyah; Tingkatan Pahala Orang yang Berangkat Sholat Jumat

0
311

BincangSyariah.Com – Salah satu syariat dalam agama islam adalah sholat Jumat. Bagi anak Adam yang sudah baligh, berakal, merdeka, memiliki kewajiban untuk sholat Jumat. Cara mengeskpresikan pelaksanaan sholat Jumat pun beraneka ragam. Ada yang berangkat awal, pulangnya akhir. Ada yang berangkat akhir, pulangnya awal. Saat khutbah dimulai, baru sebagian mereka grusa-grusu pergi ke masjid. Bahkan pulangnya juga yang pertama.

Iya, mereka yang terakhir datang ke masjid masih lebih mending dengan mereka yang enggan ke masjid. Hal ini juga tidak luput dari perhatian Rasulullah Saw. Sayydina Ali Ra. berkata bahwa Rasulullah Saw. bersabda,

يجلس على كل باب من المسجد يوم الجمعة سبعون ملكا يكتبون الناس باسمائهم حتى يكون اخر من يكتب رجل حين يجلس الامام على المنبر فلم يؤذ احدا في مجلسه ولم يقل الا خيرا فذلك ادنى اهل يوم الجمعة حظا وذلك الذي يغفر له ما عمل من السيئات بين الجمعتين

Sebanyak 70 malaikat duduk di pintu-pintu masjid tiap hari Jumat. Mereka mencatat orang yang datang ke masjid sampai yang terkahir kali datang, yaitu laki-laki yang datang pas imam duduk di atas mimbar. Orang tersebut tidak mengganggu teman duduknya dan tidak berkata-kata kecuali kebaikan. Dialah yang mendapatkan paling rendahnya bagian dari kaum Jumat. Yaitu orang yang diampuni seluruh keburukannya antara dua Jumat.

Semakin awal datang ke masjid, maka pahalanya semakin besar. Begitu juga semakin akhir ke masjid, maka pahalanya akan semakin kecil. Para malaikat akan menutup catatannya ketika imam sudah standby di atas mimbar. Orang yang datang setelah itu, ia hanya menghilangkan kewajiban Jumat tanpa mendapat bagian catatan malaikat.

Namun, paling rendahnya pahala mereka yang datang saat imam duduk di atas mimbar adalah ampunan dosa antara dua Jumat. Maka bagaimana balasan bagi mereka yang datang paling awal ke masjid?

Baca Juga :  Langkah Awal Memahami Maqashid Syariah: Resume Buku "Dalil lil Mubtadi" Karya Jaser Audah

Imam Muhammad Bin Abu Bakar dalam hadits kedelapan ini mencantumkan kisah kebaikan hati para malaikat untuk orang yang melaksanakan sholat Jumat. Kisah ini berangkat dari penyesalan para malaikat karena “su’ul adab” atas penciptaan Nabi Adam As. Allah Swt. berfirman dalm Qs. Al-Baqoroh (2) : 30,

وَاِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلٰۤىِٕكَةِ اِنِّيْ جَاعِلٌ فِى الْاَرْضِ خَلِيْفَةً ۗ قَالُوْٓا اَتَجْعَلُ فِيْهَا مَنْ يُّفْسِدُ فِيْهَا وَيَسْفِكُ الدِّمَاۤءَۚ وَنَحْنُ نُسَبِّحُ بِحَمْدِكَ وَنُقَدِّسُ لَكَ ۗ قَالَ اِنِّيْٓ اَعْلَمُ مَا لَا تَعْلَمُوْنَ

Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat, “Aku hendak menjadikan khalifah di bumi.” Mereka berkata, “Apakah Engkau hendak menjadikan orang yang merusak dan menumpahkan darah di sana, sedangkan kami bertasbih memuji-Mu dan menyucikan nama-Mu?” Dia berfirman, “Sungguh, Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.”

Dalam ayat tersebut Allah Swt. menyampaikan bahwa ia akan menciptakan Nabi Adam As.  Para malaikat menanyakan hal itu dangan konotasi negatif, “Tidakkah mereka akan membuat kerusakan sebagaimana yang sebelumnya?”

Allah Swt. berfirman pada mereka bahwa Allah Swt. lebih tahu daripada malaikat. Para malaikat langsung ketakutan setelah mendengar firman Allah Swt. tersebut. Mereka bertawaf mengelilingi arasy sebanyak tujuh kali.

Lalu Allah Swt. memerintahkan para malaikat untuk membangun ka’bah di muka bumi. Maka ketika manusia berbuat salah, lalu ia bertawaf sebanyak tujuh kali mengelilingi ka’bah, dosanya akan diampuni.

Saat terjadi banjir pada zaman Nabi Nuh. As., ka’bah diangkat oleh Allah Swt. ke tingkat langit yang keempat. Allah Swt. menciptakan menara di sekeliling ka’bah yang dikenal dengan Baitul Ma’mur.

Saat hari Jumat, Malikat Jibril naik ke menara Baitul Makmur untuk mengumandangkan adzan. Lalu Malaikat Isrofil naik ke atas mimbar untuk khutbah. Setelah itu Malaikat Mikail maju sebagai imam sholat para malaikat. Semua para malaikat menghadiahkan pahala ibadah mereka pada kaum Jumat. Yang jadi muadzin dapat hadiah dari Malaikat Jibril, dan seterusnya.

Baca Juga :  Dicintai Allah, Kata Kunci Menghadapi Kematian dan Kiamat

Imam Muhammad Bin Abu Bakar menyebutkan bahwa keistimewaan hari Jumat dan doa para malaikat ini hanya dimiliki ummat Nabi Muhammad Saw.

Ada kisah lain yang berkaiatan dengan keistimewaan hari Jumat. Kisah ini dari Imam Az-Az-Zandusty. Beliau mendengar cerita ini dari Imam Abu Muhammad Bin Abdullah Bin Fadhl, dari Imam Auza’ie. Cerita ini tentang orang yang melakukan dialog dengan ahli kubur.

Suatu ketika, seorang yang bernama Maisaroh Bin Khunais lewat di pemakaman umum. Seperti biasa, ia memanggil salam. Ternyata ada yang menjawab salamnya. Lalu ahli kubur ini berkata “Sungguh beruntung orang yang naik haji empat kali dalam sebulan, yaitu orang yang pergi sholat Jumat. Karena pahalanya sama dengan haji mabrur.”

Lalu ia berkata lagi pada Maisaroh, “Istighfar adalah sesuatu yang paling bermanfaat di akhirat. Istiqomahlah”

Sungguh merupakan kerugian yang sangat besar ketika kita jarang ke masjid dan selalu meninggalkan sholat Jumat. Karena saat kita tidak memiliki bekal yang cukup untuk ke Mekkah, maka cukup ke masjid saat hari Jumat. Naik haji pun setahun sekali, tapi tiap bulan dengan sholat Jumat kita dihitung haji empat kali.

Imam Az-Az-Zandusty pernah mendengar perkataan Abu Mansur tentang hari-hari dalam seminggu. Hari sabtu diperuntukkan Nabi Musa As. dan 50 nabi yang lain. Hari ahad diperuntukkan Nabi Isa As. dan 50 nabi yang lain. Hari senin milik Nabi Muhammad Saw. dan 63 nabi yang lain. Hari selasa untuk Nabi Sulaiman As. dengan 50 nabi yang lain. Hari rabu khusus Nabi Ya’kub dan 50 nabi yang lain. Hari kamis untuk nabi adam dan 50 nabi yang lain.

Lalu Nabi Muhammad Saw. menanyakan bagian umatnya kepada Allah Swt. ” Hari Jumat dan surga adalah milik umatmu sebagai hadiah dariku”

Baca Juga :  Buku Terbaru el-Bukhari : Menjadi Manusia Rohani : Meditasi-Meditasi Ibn ‘Athaillah dalam Kitab al-Hikam

Dalam artian, hari Jumat adalah hari raya umat Nabi Muhammad Saw. Allah Swt. menghadiahkan surga untuk kita, ummat Nabi Muhammas Saw. Maksudnya menjadi umat yang pertama kali masuk ke surga.

Alhamdulillah, Allah Swt. menjadikan kita umat Nabi Muhammad Saw. yang memiliki banyak keiatimewaan. Diantaranya hari Jumat. Semoga kita menjadi ahli Jumat yang istiqomah. Amin. Wallahua’lam.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here