Kisah Teladan Kehidupan yang Menakjubkan

0
198

BincangSyariah.Com- Manusia diciptakan dengan akal yang dapat mengontrol nafsunya. Ia memiliki nafsu yang terkadang bisa lebih ganas dari pada binatang liar sekalipun. Namun, akal akan mencari jalan untuk mengekang nafsunya agar ia tak lagi jauh dari Tuhannya. Allah, Tuhan dengan berbagai sifat baik pada-Nya. Ia Maha Segalanya. Tak ada yang mampu menandingi dan menyamai-Nya.

Setiap orang dengan caranya masing-masing mereka memuja, menyembah, dan mengagungkan Tuhannya. Di antara kebanyakan orang, mereka ada yang menjalankan berbagai ritual yang diperintahkan oleh Tuhan seperti sembahyang, puasa, ibadah haji, berkurban, berdoa, dan segala usaha dengan penuh kesungguh-sungguhan berupaya mencari Tuhan. Dengan demikian, petunjuk Allah akan hadir pada setiap hamba pilihan.

Abu Nashr Bisyr Ibnul Harits al-Hafi, adalah seorang sufi agung dengan sejarah hidupnya yang pernah dijalani dengan foya-foya dan kemaksiatan. Hingga suatu ketika pertaubatannya berawal dari suatu peristiwa yang teramat sederhana namun begitu menakjubkan.

Suatu hari, saat Bisyr sedang dalam kondisi setengah mabuk, ia berjalan sempoyongan sepanjang jalan dan menemukan secarik kertas bertuliskan “bismillahirrahmaanirrahiim”. Kertas itu telah terinjak-injak kaki dan kotor. Ia pun memungutnya, membeli air sari mawar kemudian mengoleskannya pada kertas itu sehingga menjadi harum. Ia ciumi kertas itu dengan penuh pengagungan lalu ia simpan dengan baik di rumahnya.

Malam harinya, seorang sufi bermimpi diperintahkan untuk menyampaikan pesan kepada Bisyr bahwa Allah akan memuliakan, menyucikan, dan mengharumkan namanya di dunia dan di akhirat. Sontak sufi itu menganggap mimpinya keliru karena dalam pikirannya, Bisyr adalah orang yang amoral. Ia kemudian wudhu, salat malam, dan kembali tidur. Ia kembali mimpi yang sama hingga kedua dan ketiga kalinya.

Paginya, sufi itu mencari Bisyr hendak menyampaikan pesan dari langit itu. Ia pun menemui Bisyr di sebuah pesta anggur lalu menyampaikan pesan yang telah ia terima semalam dalam mimpi. Mendengarnya, Bisyr pun berguncang jiwanya. Ia menjerit dan menangis tersedu-sedu. Sejak saat itu, Bisyr menjadi orang yang sangat salih. Tak ada seorang pun yang tak merasakan kedamaian surgawi di dalam hatinya ketika mendengar nama Bisyr disebut. Kewibawaan Bisyr ini menjadikan banyak ulama besar tetap berguru dan takzim kepadanya. (hlm. 18-20)

Tak hanya perjalanan spiritual orang alim, dalam buku ini juga disuguhkan berbagai sifat teladan kehidupan, termasuk apa itu makna ketabahan. Bahwa seorang sufi kontemporer hidupnya penuh dengan kegemerlapan. Ia nyaris memiliki segala hal keduniawian melalui satu kuncinya, yaitu uang. Namun begitu, ia justru mendirikan rumah yang cukup sederhana. Ia pun hanya membeli kendaraan yang cukup bersahaja. Ia hanya memakai pakaian sederhana dan menikmati hidangan seadanya. Akan tetapi, yang unik ia menjadi seorang yang teramat dermawan kepada yang papa. Ia teramat royal bagi orang-orang yang hidupnya penuh nestapa. (hlm. 64)

Buku ini mendemonstrasikan sifat-sifat kesalihan. Termasuk satu bentuk sabar yang jarang kita temui, yaitu sabar bersama kesenangan. Karena sesungguhnya, manusia akan lebih mudah bersabar pada saat-saat kelam. Kesabaran yang harus hadir untuk menjadi tameng agar kehidupan tidak mengalami kelumpuhan.

Judul Buku      : Kisah Para Kekasih Allah

Penulis            : Dr. Zaprulkhan, S.Sos.I., M.S.I.

Penerbit           : Diva Press, Yogyakarta

Tahun Terbit   : Februari, 2019

Jumlah hlm     : 336 hlm

ISBN               : 978-602-391-685-6

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here