Khazanah Astronomi Islam Ulama Nusantara

0
62

BincangSyariah.Com – Kepulauan Nusantara dalam sejarahnya telah melahirkan banyak ulama Islam yang berpengaruh hingga ke dunia internasional. Kualitas keilmuan yang dimiliki oleh para ulama dari Nusantara ini menjadikan mereka banyak memegang peran penting, bahkan beberapa diantaranya ada yang menjadi imam di Masjidil Haram. Para ulama dari Nusantara ini juga banyak melahirkan kitab-kitab yang menjadi rujukan dalam kajian keislaman di berbagai negara. Kitab-kitab yang dihasilkan oleh ulama Nusantara ini terdiri dari berbagai macam disiplin ilmu, salah satunya adalah ilmu falak atau ilmu astronomi.

Ilmu falak atau astronomi ini menjadi salah satu disiplin ilmu yang banyak di kaji oleh para pelajar Nusantara ketika belajar di Masjidil Haram. Hal ini disebabkan karena adanya keterkaitan antara ibadah-ibadah dalam Islam dengan ruang lingkup dari kajian ilmu falak, yaitu berupa benda-benda langit dan perhitungan-perhitungan terhadapnya. Oleh karena itu tidak mengeherankan jika kemudian banyak sekali didapati kitab-kitab ilmu falak yang di tulis oleh para ulama-ulama Islam, termasuk diantaranya adalah para ulama dari Nusantara.

Banyaknya karya tulis dari tokoh-tokoh ulama Nusantara mengenai ilmu falak ini membuat Arwin Juli Rahmadi Butar-Butar tertarik untuk mengumpulkan dan mengupas karya-karya tersebut. Melalui buku yang berjudul “Mengenal Karya-Karya Ilmu Falak Nusantara” ini, Arwin Juli Rahmadi Butar-Butar mengulas beberapa kitab dan buku ilmu falak karya ulama Nusantara yang berhasil di koleksinya. Buku setebal 150 halaman karya seorang Doktor dalam bidang Filologi Astronomi ini disusun menjadi 6 bab yang secara umum memuat tentang transmisi keilmuan falak ke bumi Nusantara, anotasi terhadap kitab-kitab falak dan biografi tokoh-tokoh pengarang kitab tersebut.

Bab pertama dalam buku ini diawali dengan pembahasan mengenai tradisi rihlah ilmiah ke kawasan Timur Tengah, terutama kawasan Hijaz, yang menjadi sumber masuknya kajian ilmu falak ke Indonesia. Pada abad ke 15 hingga abad 20, memang banyak sekali para pelajar dari Nusantara yang melakukan rihlah ilmah ke Hijaz untuk menuntut ilmu sekaligus menunaikan ibadah haji. Biasanya setelah menunaikan ibadah haji dan umrah, para pelajar ini menetap dalam waktu yang cukup lama untuk belajar dan mengikuti halaqah-halaqah ilmu yang diadakan oleh para ulama di sekitar Masjdil Haram. Interaksi dengan tokoh-tokoh ilmu falak di kawasan Timur Tengah ini pada pada akhirnya memberi wawasan penting bagi para pelajar Nusantara yang berikutnya dibawa kembali ke Nusantara. (hal. 11)

Baca Juga :  Mengenai Sains dalam Islam

Setelah memaparkan menganai transmisi ilmu falak dari Timur Tengah ke Nusantara, buku ini kemudian memaparkan ulama-ulama falak dari Nusantara dan karya tulis yang dihasilkan. Bab kedua dari buku ini membahas ulama yang sangat terkanal yaitu Syekh Khatib Minangkabawi. Tokoh yang pernah menjadi imam di Masjidil Haram ini setidaknya mempunyai 7 buah karya dalam bidang ilmu falak, yaitu ‘Alam al-Hussab, al-Bahjah as-Saniyyah, al-Jawahir al-Naqiyyah, al-Qaul al-Mufid, an-Natijah al-Mardhiyyah, an-Nukhbah al-Bahiyyah dan Raudhah al-Hussab. (hal. 16-17) Beberapa karya dari Syekh Khatib Minangkabawi ini ditulis dengan menggunakan bahasa Melayu seperti kitab‘Alam al-Hussab, dan an-Nukhbah al-Bahiyyah. Penggunaan bahasa Melayu ini merupakan permintaan dari para pelajar Nusantara agar mudah dalam memahami ilmu falak.

Syekh Khatib Minangkakawi ini mempunyai saudara sepupu yang juga menjadi ulama berpengaruh di bidang ilmu falak yaitu Syekh Taher Jalaluddin. Ia merupakan ulama falak yang mengajarkan kitab al-Matla’ as-Sa’id kepada para pelajar dari Nusantara. Kitab al-Matla’ as-Sa’id ini kemudian menjadi salah satu buku induk dalam kajian ilmu falak di Indonesia. Syekh Taher Jalaluddin sendiri mempunyai empat karangan dalam bidang ilmu falak yaitu Nukhbah al-Taqrirat, Pati Kiraan, Natijah al-Umr, dan al-Qiblah fi an-Nushush Ulama asy-Syafi’iyah. Beberapa dari buku karangannya diterbitkan di negara Malaysia dan Singapura. Hal ini disebabkan pemikiran ilmu falak dari Syekh Taher Jalaluddin ini mempunyai pengaruh yang sangat besar di negara tersebut. Bahkan di Malaysia terdapat sebuah lembaga bernama “Pusat Falak Syekh Taher” yang didiriakn khusus untuk mengenang jasa-jasanya. (hal. 36)

Di Indonesia, Syekh Taher jalaluddin ini mempunyai beberapa murid, salah satunya adalah Sa’adoeddin Djambek yang menjadi tokoh falak berpengaruh di Indonesia. Ia merupakan salah satu tokoh perumus Badan Hisab Rukyat Departemen Agama. Dalam beberapa riwayat, Sa’adoeddin Djambek ini disebut-sebut sebagai mujaddid falak di Indonesia. Lewat karya-karya yang dihasilkannya, ia mempelopori penggunaan data astronomi modern dari negara Barat yang menurutnya punya keakuratan yang lebih tinggi daripada data-data yang selama ini digunakan dalam kajian ilmu falak di Indonesia. Pemikirannya tersebut dituangan dalam karya-karyanya berjumlah 6 buah yaitu, Hisab Awal Bulan, Shalat dan Puasa di Darah Kutub, Waktu dan Djidwal, Almanak Djamaliyah, Perbandingan Tarich dan pedoman waktu shalat sepanjang Masa. Semua karya-karyanya ini di tulis dalam bahasa Indonesia. (hal. 45)

Baca Juga :  Kritik Terhadap Kitab "Uqud al-Lujain" Karya Syekh Nawawi al-Bantani; Resensi Buku “Kembang Setaman Perkawinan”

Selain beberapa tokoh dengan karya tulisnya diatas, masih terdapat kitab-kitab dari ahli falak Nusantara lainnya yang dikumpulkannya oleh penulis buku ini dalam satu bab. Diantara kitab-kitab falak yang terdapat dalam bab ini adalah Badiah al-Mitsal dan ad-Durus al-Falakiyah karya Muhammad Ma’sum bin Ali, al-Khulashah al-Wafiyyah karya Zubair Umar al-Jailany, Fathu ar-Rauf al-Mannan karya Abdul Jalil, Sulam an-Nayyirain karya Mansur al-Batawi.

Semua karya-karya ilmu falak yang disebutkan dalam buku ini diulas secara singkat mengenai isi buku secara umum dan poin-poin pentingnya serta biografi dari pengarangnya. Karya-karya yang dibahas dalam buku ini sebenarnya hanya sebagian saja dari keseluruhan karya ilmu falak dari ulama Nusantara. Meskipun hanya memuat sebagian, namun hadirnya buku ini sangat penting bagi kelestarian khazanah karya tulis dari ulama falak di Nusantara.

Judul buku: Mengenai Karya-Karya Ilmu Falak Nusantara

Penulis: Dr. Arwin Juli Rakhmadi Butar-Butar, MA

Penerbit: LKiS

Tahun: 2017

Tebal: 150 halaman

ISBN: 978-602-6610-26-3

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here