Kemuliaan Wanita di Mata Islam

0
184

BincangSyariah.Com- Wanita adalah makhluk yang diciptakan oleh Allah Swt dengan segala keindahannya. Bias lama yang telah tertanam menyisakan pandangan bahwa wanita tidaklah sama kedudukannya dengan pria meskipun mereka telah melaksanakan secara sempurna kewajiban yang dibebankan kepada mereka. Bahkan sejak masa Rasulullah, bias itu telah menjadi pertanyaan yang sampai kepada Rasulullah Saw.

Ummu Salamah ra berkata, “Suatu hari aku bertanya kepada Rasulullah, ‘Wahai Rasulullah mengapa kami (kaum wanita) tidak disebutkan di dalam al-Quran sebagaimana kaum laki-laki?’ pada saat itu Rasulullah tidak menjawab pertanyaanku. Suatu hari, ketika aku sedang menyisir rambut, Rasulullah naik ke atas mimbar. Segera saja aku menggulung rambutku dan menuju salah satu kamar rumahku untuk mendengarkan khutbah beliau. Aku menghadapkan pendengaranku ke arah pelepah kurma.

Aku mendengar Rasulullah bersabda di atas mimbar, ‘Wahai sekalian manusia! Allah telah berfirman di dalam kitab-Nya, sesunguhnya laki-laki dan perempuan yang muslim, laki-laki dan perempuan yang mukmin, laki-laki dan perempuan yang tetap dalam ketaatannya, laki-laki dan perempuan yang benar, laki-laki dan perempuan yang sabar, laki-laki dan perempuan yang khusyuk, laki-laki dan perempuan yang bersedekah, laki-laki dan perempuan yang berpuasa, laki-laki dan perempuan yang menjaga kehormatannya, laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan yang besar” (HR. Ahmad, Nasa’I, dan Hakim) (hlm. 11)

Ini adalah jawaban atas pertanyaan Ummu Salamah dan Naisah binti Ka’ab al-Anshariyah kepada Rasulullah, karena mereka takut jikalau kaum wanita tidak akan mendapatkan kebaikan. Sehingga turunlah wahyu dari Allah sebagai jawaban atas pertanyaan mereka. Ini juga menjadi gambaran betapa tinggi kepedulian kaum wanita terhadap agama, semangat kompetisi mereka dalam hal kebaikan dan kemuliaan.

Baca Juga :  Potret Keromantisan Sosok Syaikhona Kholil Bangkalan: Menulis Kumpulan Wirid untuk Diamalkan Sang Istri

Tak hanya dalam hal ibadah, wanita juga diwajibkan menuntut ilmu. “Menuntut ilmu adalah sebuah kewajiban, baik laki-laki maupun perempuan” (HR. Ibn ‘Adi, Baihaqi, dan Thabrani. Disahihkan oleh as-Suyuthi) (hlm. 39)

Adanya hadis tentang perintah menuntut ilmu menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan antara laki-laki dan perempuan dalam hal hak dan kewajiban mereka menuntut imu. Perbedaannya hanya terletak pada etika yang harus diikuti ketika menuntut ilmu. Bahkan pada masa sekarang, di mana semua orang dihimbau agar mengisolasi diri karena adanya pendemi, menuntut ilmu tidak boleh ditinggalkan begitu saja. Seorang wanita tak hanya berdiam di rumah, mengerjakan tugas rumah tangga, namun ia juga bisa belajar dari rumah. Apapun itu selagi berupa pengetahuan yang baik, maka sudah sepatutnya dimengerti sehingga menjadi suatu ilmu.

Ilmu menjadi berharga jika disandingkan dengan etika. Etika dalam bergaul adalah pakaian bagi perempuan. Dengan didapatkannya hak yang sama atas laki-laki dan perempuan, maka seorang wanita juga harus memerhatikan etika dalam bersikap. Di antara sikap yang dapat merendahkan martabat wanita, disebutkan yang pertama adalah wanita yang tidak peduli dengan agama dan kehormatannya. Ia dengan seenaknya melepas pakaian di tempat manapun yang ia inginkan, bahkan di tempat umum dan di hadapan laki-laki dan perempuan lain yang tidak berhak melihat auratnya. Kedua, wanita yang keluar rumah dengan menghilangkan rasa malu dan berhias ala wanita jahiliyah. Ketiga, wanita yang mengkhianati suaminya dengan melakukan perselingkuhan. (hlm. 138)

Judul Buku      : Riyadhu ash-Shalihat Taman Wanita-Wanita Salehah

Penulis            : Badawi Mahmud Syaikh

Penerbit           : Qisthi Press, Jakarta

Jumlah Hlm    : 293 hlm

ISBN               : 978-979-1303-04-0

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here