Karamah Doa Manusia Paling Mulia di Dunia

1
1586

BincangSyariah.Com- Al-Qur’an telah mengajarkan bahwa tujuan hidup manusia di dunia ini tak lain adalah untuk beribadah kepada-Nya. Ibadah kepada Allah menyangkut aspek vertikal (hubungan dengan Sang Khaliq) dan aspek horizontal (hubungan dengan makhluk). Dunia ini adalah bekal untuk menuju kehidupan akhirat. Kita harus menjadi seorang yang sukses dan bahagia di dunia sebagai bekal dan jalan untuk meraih sukses dan bahagia di akhirat nanti. Jangan sampai kesuksesan dan kebahagiaan di dunia ini justru membawa kita kepada kesengsaraan di akhirat.

Menurut penulis dalam buku Dahsyatnya Doa Ibu untuk Anaknya, ada empat hal yang bisa dijadikan sebagai tolak ukur sukses dan bahagianya seseorang. Yang pertama adalah bermanfaat untuk orang lain. Kedua adalah keseimbangan hidup, yaitu dengan mencari kenikmatan akhirat tanpa melupakan kebahagiaan duniawi. Ketiga, peningkatan kualitas diri. “Barang siapa yang hari ini lebih baik dari hari kemarin, maka dialah orang yang beruntung. Barang siapa yang hari ini sama dengan hari kemarin, maka dialah orang yang rugi. Barang siapa yang hari ini lebih buruk dari hari kemarin, maka dialah orang yang terlaknat” (HR. Abu Dawud). Keempat adalah husnul khatimah (akhir yang baik).

Kesuksesan dan kebahagiaan itu masing-masing dari kita memiliki kesempatan yang sama untuk menggapainya, baik laki-laki maupun perempuan. Untuk bisa meraihnya kita harus beriman dan beramal saleh. Salah satu amal saleh yang menempati posisi tinggi adalah berbakti kepada orang tua. Berbakti kepada orang tua menempati posisi kedua dalam urutan ibadah yang utama setelah salat, bahkan keutamaannya mengalahkan keutamaan ibadah jihad.

Diriwayatkan dari Abdullah bin Amr bin Ash, bahwa seorang menghadap Rasulullah Saw seraya berkata, “Aku berbaiat kepadamu untuk berhijrah dan berjihad semata karena mengharapkan pahala dari Allah”, Rasulullah Saw lantas bersabda, “Apakah salah seorang dari kedua orang tuamu ada yang masih hidup?” “ya”, jawabnya. “Bahkan kedua-duanya masih hidup”, tambahnya. Beliau kemudian bersabda, “Lalu kamu hendak mencari pahala dari Allah?” ia menjawab, “Ya, benar”. Rasulullah Saw pun bersabda, “Kembalilah kepada kedua orang tuamu dan temanilah mereka dengan baik”. (HR. Bukhari dan Muslim) (hlm. 32)

Baca Juga :  Menyambut Hari Santri, Dapatkan Diskon Buku-Buku Ilmu Hadis yang Jarang di Pasaran

Berbakti kepada orang tua diprioritaskan daripada ibadah-ibadah lainnya. Keridhaan Allah adalah klimaks dari keridhaan yang dicari setiap hamba yang bertakwa. Sementara itu, keridhaan orang tua menjadi syarat untuk mendapat ridhanya Allah Swt. Dengan berbakti kepada orangtua, Allah akan mengangkat derajat manusia, baik di dunia maupun di akhirat.

Dikisahkan pada suatu malam yang gelap, Bayazid, seorang anak yang masih belia sedang menekuni pelajarannya dan ibunya tidur di sisinya. Tiba-tiba sang ibu mengangkat kepalanya dan berkata, “ambilkan segelas air anakku, ibu haus”. Bayazid beranjak dari tempatnya dan mengambil air dari kendi, namun ia mendapati kendi itu kosong. Ia lalu keluar rumah untuk meminta air dari tetangga, tetapi seluruh kampung sudah terlelap dalam tidurnya, sedang ia tidak mau mengganggu seorang pun pada jam-jam itu. Lalu terlintas dalam ingatannya, mata air di persimpangan jalan kampung.

Bayazid pulang mengambil kendi dan bergegas menuju mata air. Ia bergegas kembali ke rumah secepat yang ia mampu. Tetapi sayang, saat kembali ibunya sudah terlelap tidur. Ia tak mau membangunkan ibunya karena akan mengganggu istirahat beliau. Ia duduk tenang tanpa bergerak di sudut ranjang ibunya dengan kedua tangan memegang segelas air hingga pagi mulai menyingsing dan ibunya pun perlahan membuka matanya. Ia melihat Bayazid masih setia duduk di sudut ranjang dengan segelas air di tangannya. Ia merasa terharu dan menarik anaknya dalam dekapannya seraya berdoa, “Ya Allah, ridhailah anakku sebagaimana aku meridhainya”. Bayazid pun tumbuh menjadi seorang yang masyhur, pemimpin para wali di dunia sufi. Ia dikenal dengan Bayazid al-Bustami. (hlm. 97)

Inilah keistimewaan doa seorang ibu. Bahwa doa orang tua untuk anaknya bagaikan doa Nabi untuk umatnya. Doa yang baik dari orang tua akan menjadikan anaknya baik dan beruntung. Tanpa ridha dari keduanya, hidup kita akan hampa, kering, dan tidak dapat merasakan nikmat atas segala hal yang telah kita dapatkan. Maka, janganalah kita menempuh takdir buruk dengan bersikap durhakan terhadap orang tua.

Baca Juga :  Cara Bijak Menyikapi Kehidupan

Judul Buku      : Dahsyatnya Doa Ibu untuk Anaknya

Penulis            : Muhammad Fadhlun al-Mahera

Penerbit           : Semesta Hikmah

Tahun Terbit     : 2019

ISBN               : 978-623-7076-27-8

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here