Hadis Pertama Kitab “Al-Mawa’idh Al-Usfuriyah”; Pahala Mengayomi Makhluk Allah di Muka Bumi

0
491

BincangSyariah.Com – Kitab ini dikarang oleh Syekh Muhammad Bin Abu Bakar. Salah satu ulama yang mengumpulkan hadis sebanyak 40 hadis. Beliau lebih masyhur dengan sebutan Imam Al-‘Ushfury. Ushfury sendiri bermakna burung kutilang. Burung yang menjadi bagian cerita dalam hadis yang pertama.

Beliau adalah sosok yang sangat tawadhu‘. Beliau memulai karangannya dengan memuji Allah Swt. dan bersalawat pada Nabi Muhammad saw. beserta keluarga dan sahabatnya. Beliau mengawali kitabnya dengan pengakuan atas dosa yang menggunung. “Al’abdul Mudznib”, hamba pendosa yang tenggelam dalam kemaksiatan. Harapan beliau tidak ada lain kecuali rahmat dan maghfirah dari Allah Swt. Beliau juga berharap dikumpulkan bersama Baginda Nabi Muhammad saw. di surga serta dijauhkan dari neraka.

Menurut beliau, kitab ini mengandung 40 hadis yang disertai dengan hikayat para sahabat, para ulama, orang-orang saleh di dalamnya. Hadis-hadis tersebut sanadnya bersambung pada Rasulullah saw. melalui para guru dan para ahli hadis.

Beliau mengumpulkan 40 hadis ini bukan tanpa alasan. Beliau berlandaskan pada sabda Nabi Muhammad saw.  (au kama qola) bahwa “barang siapa yang menghafal (mengamalkan) 40 hadis, maka kelak di akhirat akan dibangkitkan bersama para nabi dan para ulama (HR. Ibnu Asakir)”. Beliau berharap termasuk bagian dari orang yang dibangkitkan bersama para nabi dan ulama kelak di akhirat.

Hadis Pertama; Ganjaran Menyayangi dan Mengayomi Makhluk Bumi

Hadis ini dari Sayyidina Abdullah Bin Umar ra.  Hadisnya adalah sebagai berikut,

الراحمون يرحمهم الرحمن ارحموا من في الارض يرحمكم من في السماء

 Arrahimuna yarhamuhumurrahmanu irhamu man filardli yarhamkum man fissama’-i

Orang-orang yang penyayang akan dirahmati oleh Allah Swt.,  belaslah pada makhluk  di muka bumi, maka penduduk langit akan merahmatinya.

Berbuat baik pada penduduk bumi, baik pada sesama manusia atau pada makhluk lain merupakan perintah dari agama. Berbuat baik ini maknanya luas. Kasih sayang juga termasuk kebaikan. Misal menyantuni kaum duafa, mengajar di madrasah atau musala, termasuk bagian kasih sayang. Memberi pakaian pada orang yang telanjang, memberi makanan pada orang yang kelaparan, dan memberikan tempat tinggal pada orang yang menggelandang.

Baca Juga :  Unduh Gratis Buku Tatacara Pemulasaraan Jenazah

Saat kita berbuat baik pada sesama manusia atau pada makhluk lainnya, maka para malaikat (penduduk langit) akan mendoakan kebaikan untuk kita. Para malaikat juga akan merahmati kita dengan caranya sendiri, yaitu dengan memohonkan ampun untuk kita. Malaikat akan beristighfar untuk orang yang berbuat baik pada orang lain. Allah Swt. berfirman dalam QS. Asy-Syuro (42) : 5,

تَكَادُ السَّمٰوٰتُ يَتَفَطَّرْنَ مِنْ فَوْقِهِنَّ وَالْمَلٰۤىِٕكَةُ يُسَبِّحُوْنَ بِحَمْدِ رَبِّهِمْ وَيَسْتَغْفِرُوْنَ لِمَنْ فِى الْاَرْضِۗ  اَلَآ اِنَّ اللّٰهَ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

Hampir saja langit itu pecah dari sebelah atasnya (karena kebesaran Allah) dan malaikat-malaikat bertasbih memuji Tuhannya dan memohonkan ampunan untuk orang yang ada di bumi. Ingatlah, sesungguhnya Allah Dialah Yang Maha Pengampun, Maha Penyayang.

Jangankan berbuat baik pada sesama manusia, pada makhluk lain pun bernilai maksimal sebagaimana yang dikisahkan dalam kitab ini. Dalam hadis yang pertama ini, ada dua kisah yang berkenaan dengannya. Pertama, tentang kisah Sayydinina Umar ra. dan burung kutilang (‘ushfur). Kedua, tentang ahli ibadah dari golongan Bani Israel.

Dahsyatnya balasan dari Allah Swt. pada orang yang menyayangi orang lain, bahkan makhluk lain, sangat luar biasa. Kita bisa lihat dalam kisah pertama, di mana Sayyidina Umar ra. berbuat baik pada seekor burung kutilang. Burung ini beliau bali dari anak kecil yang menjadikannya mainan. Lalu dilepaskan oleh beliau karena bentuk kasih sayangnya.

Dalam kitab ini dijelaskan, setelah wafatnya Sayyidina Umar ra., beliau datang pada mimpi para ulama. Dalam mimpi tersebut terjadi dialog antara beliau dengan ulama. Beliau ditanyakan tentang dari mana pangkat tinggi yang diperoleh? Apakah kerena kemurahan hati beliau, keadilannya, atau yang lainnya?

Baca Juga :  Kitab Ayyuhal Walad: Kumpulan Nasehat Imam Al-Ghazali untuk Para Santrinya

Jawaban beliau bikin heran ulama tersebut. Ternyata bukan itu semua yang menjadi penyebab turunnya rahmat Allah Swt. melainkan kasih sayangnya dulu pada seekor burung kutilang waktu di dunia, sehingga di akhirat mendapatkan kasih sayang dari Allah Swt.

Pada cerita kedua, salah satu ahli ibadah dari Bani Israil tidak tega melihat kaumnya kelaparan. Sedangkan ia tidak punya apa-apa untuk diberikan pada mereka. Ia melihat tumpukan pasir, dalam benaknya andaikan pasir ini berubah jadi tepung, maka aku akan sedekahkan untuk mereka agar terbebas dari kelaparan.

Apa yang ia dapatkan dari rasa iba pada saudaranya walaupun hanya berandai-andai? Allah Swt. langsung mewahyukan pada salah satu nabi-Nya di kala itu bahwa orang tersebut mendapatkan pahala sedekah sebagaimana yang diimpikan. “Barang siapa yang belas pada hamba-hamba Allah, maka Allah akan belas padanya”.

Oleh karena itu, marilah berbuat baik di muka bumi ini. Hindari berbuat kerusakan. Cinta pada sesama manusia, belas pada binatang, dan menjaga lingkungan akan mendapatkan ganjaran berupa istighfar para malaikat. Semut yang terjatuh ke dalam bak mandi misalkan, angkatlah. Siapa tahu ia yang akan mengangkat derajat kita di sisi Allah Swt. Jangan remehkan kebaikan sekecil apapun, baik pada sesama atau pada makhluk lain, karena yang memmbalasnya adalah Allah Swt. yang Maha Besar. Wallahualam.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here