Hadis Keenam Kitab “Al-Mawaizh Al-‘Ushfuriyah”: Kemulian Hari Jumat

0
346

BincangSyariah.Com – Banyak keterangan yang dapat kita jadikan pijakan tentang kemuliaan hari Jumat. Baik dari Al-Quran, Hadis, dan kaul ulama. Imam Muhammad Bin Abu Bakar juga mencantumkan salah satu hadits yang menjelaskan tentang hari Jumat. Hadis ini dari Abu Nashr Al-Wasithi, dari Abu Roja’ Al-Athoridy, dari Sayyidina Abu Bakar Ash-Shiddiq (rodliyallahu anhum).

Sayyidina Abu Bakar ra. bercerita bahwa suatu saat, seorang a’roby (pedalaman) datang menemui Nabi Muhammad Saw. Orang ini bertanya pada nabi perihal kabar yang sampai padanya bahwa Jumat ke Jumat, sholat ke sholat adalah penebus dosa besar. Pertanyaannya diiyakan oleh Nabi Muhammad Saw. Lalu beliau bersabda,

الغسل يوم الجمعة كفارة والمشي الى الجمعة كفارة وكل قدم منها كعمل عشرين سنة فاذا فرغ من الجمعة اجيز بعمل مائتي سنة

Mandi di hari Jumat bisa menjadi penebus dosa. Berjalan menuju masjid untuk sholat Jumat juga penebus dosa. Setiap langkah menuju masjid Jumat seperti amalan selama 20 tahun. Ketika sudah usai sholat Jumat, maka ia diganjar setara dengan amalan 200 tahun.

Saat kita pergi ke masjid, lebih-lebih untuk sholat Jumat, maka akan banyak pahala yang kita dapatkan. Diantaranya pahala i’tikaf di masjid, pahala sholat berjemaah, dan pahala berjalan menuju tempat paling mulia, masjid. Baik jalan kaki atau berkendara. Jika jalan kaki, maka yang dihitung langkah kaki. Jika pakai mobil atau motor, maka yang dihitung bisa saja tetesan BBM yang dihabiskan.

Pahala didapat sebab mandi pada hari Jumat. Dosa juga berguguran mengikuti tetesan air waktu saat mandi Jumat. Dosa yang dilakukan selama seminggu bisa terampuni sebab ibadah di hari Jumat.

Hari Jumat adalah hari yang agung sejak zaman jahiliah. Dinamai Jumat karena berkumpulnya manusia pada hari teraebut. Hari Jumat adalah hari raya mingguan umat islam. Rasulullah Saw. bersabda,

Baca Juga :  Apakah Duduk di Antara Dua Khutbah Wajib Thuma’ninah?

خير يوم طلعت فيه الشمس يوم الجمعة فيه خلق ادم وفيه دخل الجنة وفيه اخرج منها ولا تقوم الساعة الا في يوم جمعة

Hari yang terbaik saat matahari terbit adalah hari Jumat. Di hari tersebut, Nabi Adam As. diciptakan, masuk surga, dan dikeluarkan dari surga. Kiamat tidak akan terjadi kecuali pada jari Jumat. (Ibanatul Ahkam Juz 2/hal. 69)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here