Hadis Kedua Kitab “Al-Mawa’idh Al-‘Ushfuriyah”; Ahli Maksiat yang Dicintai Allah

1
4428

BincangSyariah.Com – Imam Muhammad Bin Abu Bakar, dalam hadis yang ke-2, pengarang kitab ini memilih hadis yang menjelaskan tentang derajat orang ahli maksiat yang terus berharap ampunan Allah Swt. dibandingkan ahli ibadah yang pesimis dan putus asa. Rasulullah Saw. bersabda,

الفاجر الراجي رحمة الله تعالى أقرب الى الله تعالى من العابد المقنط

Ahli maksiat yang berharap rahmat Allah Swt. lebih dekat dengan-Nya daripada ahli ibadah yang pesimis dari rahmta-Nya (HR. Hakim, dari Ibnu Mas’ud)

Orang yang rajin beribadah belum tentu saleh (Husnul Khotimah). Orang yang jarang beribadah, bahkan sering bermaksiat, belum tentu juga thalih (su’ul khotimah). Mereka yang gemar beribadah, kadang memiliki kehidupan yang sulit dan rumit. Sulit dan rumit dikarenakan sikap pesimistis yang ada dalam dirinya. Orang yang seperti ini, biasanya jika tidak patah semangat sendiri, ia memupuskan harapan orang lain. Ia hanya rajin beribadah, tapi tidak pernah menyadari dan menghayati ibadahnya.

Berbeda dengan mereka yang ahli maksiat, yang memiliki keinginan kuat untuk bertobat, tangisannya begitu kuat ketika teringat pada dosa-dosanya. Ia sadar telah banyak bermaksiat. Dia sadar bahwa satu-satunya jalan menuju kebahagiaan hakiki adalah bertobat dari maksiatnya. Dia yakin bahwa Allah Swt. akan menerima tobatnya. Seluas, setinggi, dan sedalam apapun dosanya, ia yakin ampunan Allah Swt. melebihi itu semua.

Oleh karena itu, Rasulullah Saw. menyebutkan bahwa ahli maksiat yang memiliki keinginan kuat untuk bertobat dan sangat berharap rahmat Allah Swt., lebih dicintai oleh Allah Swt. ketimbang mereka yang gemar beribadah namun pesimistis.

Pengarang kitab ini juga mencantumkan perkataan Zaid Bin Aslam. Ia ini meriwayatkan dari Sayyidina Umar ra. bahwa ada seorang laki-laki pada umat terdahulu. Ia sangat rajin dan sungguh-sungguh dalam beribadah. Hanya saja ia suka memupuskan orang lain dari rahmat Allah Swt. Ia baik pada dirinya sendiri, namun buruk pada orang lain. Tiada berguna ibadahnya waktu di dunia. Dia dimasukkan ke neraka dikarenakan mematahkan semangat tobat orang lain sehingga ia dipupuskan juga dari rahmat Allah Swt.

Baca Juga :  Dosa Orang Bodoh Lebih Mudah Diampuni daripada Orang Berilmu, Ini Penjelasannya

Allah Swt. berfirman dalam Qs. Az-Zumar (39) : 53,

قل ياعبادي الذين اسرفوا على انفسهم لا تقنطوا من رحمة الله ان الله يغفر الذنوب جميعا انه هو الغفور الرحيم

Katakanlah, “Wahai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri! Janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sungguh, Dialah Yang Maha Pengampun, Maha Penyayang.

Imam Jalaluddin As-Suyuthi dalam Tafsir Jalalain Juz 2/hal. 144 menjelaskan bahwa semua dosa akan diampuni oleh Allah Swt. Bahkan dosa syirik pun juga akan diampuni oleh Allah Swt. jika benar-benar bertobat.

Mereka yang tenggelam dalam lautan dosa, tidak perlu berkecil hati, ampunan Allah Swt. tidak terhingga. Semua hamba, termasuk yang ahli maksiat, memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan rahmat dan ampunan Allah Swt.

Dikisahkan lagi dalam kitab ini tentang ahli maksiat yang hidup di masa Nabi Musa As. Orang ini, selama hidupnya dijauhi tetangganya. Bahkan saat mati ia tidak dihormat sama sekali. Jenazahnya langsung dilemparkan ke tempat sampah. Padahal orang ini sudah bertobat dan tobatnya diterima. Dia sudah menjadi kekasih Allah Swt.

Nabi Musa As. diperintahkan oleh Allah Swt. untuk merawat jenazah orang tersebut. Nabi Musa As. heran setelah tahu bahwa jenazah ini menurut kesaksian masyarakat adalah ahli maksiat, tapi Allah Swt. mengakuinya sebagai kekasih.

Rasa penasaran Nabi Musa As. dijawab oleh Allah Swt. “Benar apa yang dikatakan umatmu perihal jenazah itu. Dia memang ahli maksiat, tapi saat ajalnya sudah dekat,dia bertobat pada-Ku (ada tiga munajat yang dipanjatkan oleh orang ini pada Allah Swt. yang intinya pengakuan dosa dan benar-benar ingin bertobat)”, firman Allah Swt. pada Nabi Musa As. Bahkan, siapa pun saja yang ikut menyalati dan menghadiri pemakaman orang tersebut, dijanjikan ampunan oleh Allah Swt. berkat kehormatan si jenazah.

Baca Juga :  Resensi: Kesejukan Pesan Islam Sehari-Hari Gus Mus

Artinya, selama orang yang ahli maksiat mengakui dosanya dan benar-benar bertobat pada Allah Swt., pasti akan diampuninya. Justru ia akan dicintai oleh Allah Swt. dibandingkan orang yang mengaku ahli ibadah, tapi suka menyesatkan orang lain.

Marilah kita menjadi hamba yang optimis pada rahmat Allah Swt. Ayo kita tinggalkan sikap pesimis dan mematahkan semangat orang lain. Sebanyak apapun dosa kita, jika benar-benar bertobat (taubatan nasuha),  maka pintu tobat akan selalu terbuka. Semoga Allah Swt. menjadikan kita hamba yang istiqomah beristighfar pada-Nya. Amin. Wallahualam

 

1 KOMENTAR

  1. […] Negara Madinah adalah bentuk ideal dari pemerintahan yang melampaui sistem tribalisme sebagai corak paling dominan dari kultur masyarakat Arab pada saat itu. Sistem berikutnya, tepatnya pada masa Abu Bakar al-Shiddiq lahir dari kekosongan pemerintahan, lalu selanjutnya mengedepankan sistem pemilihan melalui ahlul halli wa al-Aqdi. Hingga bentuk sistem tersebut mulai berubah pada masa Bani Umayyah.Baca Juga :  Hadis Kedua Kitab “Al-Mawa’idh Al-‘Ushfuriyah”; Ahli Maksiat … […]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here