Fakhruddin ar-Razy dan Kitab al-Mabahits al-Masyriqiyyah; Ulasan Mengenai Teologi

0
834

BicangSyariah.Com – Telah dijelaskan dalam tulisan-tulisan sebelumnya, bahwa bagian pertama kitab al-Mabahits al-Masyriqiyyah ini mengulas tentang metafisika, ontologi atau yang diistilahkan ar-Razy sendiri sebagai al-umur al-ammah dan bagian kedua karyanya ini mengulas tentang al-mumkinat, ulasan tentang fisika yang meliputi pembahasan tentang serba-serbi substansi dan aksiden. Ar-Razy, seperti yang telah ditegaskan sebelumnya, menerapkan metodologi kalam dalam menulis karya filsafatnya yang terbesar, al-Mabahits al-Masyriqiyyah. Itulah pembahasan di bagian pertama dan pembahasan di bagian kedua.

Sedangkan bagian ketiga dari kitab ini berisi pembahasan-pembahasan tentang teologi atau al-ilahiyyat. Ulasan mengenai teologi atau al-ilahiyyat ini mencakup pembahasan mengenai hakikat Wajib al-Wujud (baca Allah), keesaannya dan ketidaksamaannya dengan substansi dan aksiden.  Semua ini dijelaskan dalam enam pasal.

Istilah wajib (yang pasti ada atau al-Qadim dalam istilah Kalam) dan istilah mumkin (yang mungkin ada atau al-hadits dalam istilah ilmu kalam) dalam dunia filsafat Islam sebenarnya pertama kali diperkenalkan oleh al-Farabi. Al-Farabi menjelaskan aspek-aspek al-ilahiyyat ini secara rinci dalam kitab Ara’ Ahlil Madinah yang mungkin menjadi rujukan bagi Ibnu Sina dalam menjelaskan lebih jauh hakikat wajib al-wujud ini. Penjelasan Ibnu Sina tentang Wajib al-Wujud kemudian diadopsi oleh ar-Razy dalam kitab al-Mabahits al-Masyriqiyyah.

Ulasan mengenai sifat-sifat Wajib al-Wujud meliputi sepuluh pasal pembahasan sedangkan ulasan mengenai perbuatan atau af’al-Nya meliputi enam pasal pembahasan. Setelah menjelaskan itu semua, ar-Razy mengulas pembahasan mengenai kenabian dan semua teori yang berkaitan dengan kenabian.

Dalam bagian ketiga ini, ar-Razy tampak mengadopsi teologi atau ulasan Ilahiyyat ala Ibnu Sina sebagaimana yang telah kita lihat pada tulisan-tulisan sebelumnya. Namun, ulasannya tentang filsafat ilahiyyat ini lebih banyak difokuskan persoalannya kepada ilmu kalam. Maksudnya, persoalan-persoalan ilmu kalam (yakni, yang berkenaan dengan Zat, Sifat, Af’al dan Kenabian) dihadirkan secara intensif dan mewarnai tulisan ar-Razy dalam kitab al-Mabahits al-Masyriqiyyah.

Dari ulasan bagian pertama sampai bagian ketiga, meski mengadopsi Ibnu Sina, struktur kitab al-Mabahits al-Masyriqiyyah tetap berbeda dengan struktur pembahasan filsafat Aristotelian-Sinawiyan pada umumnya. Dalam kitab as-Syifa karya Ibnu Sina  ditemukan bahwa ulasan filsafatnya ini terdiri dari empat bagian; logika, matematika, fisika dan teologi atau  dalam karya yang mencerminkan filsafat Ibnu Sina paling akhir, al-Isyarat wat Tanbihat, ulasannya terdiri dari tiga bagian: logika, fisika dan teologi dan ulasan tentang teologi ini meliputi dua pembahasan; pertama, pembahasan tentang konsep-konsep umum (al-mafahim al-amah) dan kedua, pembahasan tentang Penggerak Pertama atau Wajib al-Wujud.

Ini jelas berbeda dengan susunan pembahasan dalam kitab al-Mabahits al-Masyriqiyyah. Dalam kitab ini, ar-Razy menata kembali susunan pembahasan bagian al-Ilahiyyat kitab as-Syifa atau al-Isyarat wa at-Tanbihat karya Ibnu Sina. Ar-razy memasukkan konsep-konsep umum ke dalam bagian pertama, yakni bagian yang mengulas al-umur al-ammah, bagian pertama kitab al-Mabahits al-Masyriqiyyah. Kemudian ulasan tentang fisika disusun dalam pembahasan mengenai al-mumkinat (wujud yang mungkin) atau bagian kedua kitab al-Mabahits al-Masyriqiyyah. Di bagian ini, diperinci pula apa itu substansi dan apa itu aksiden beserta hal-hal yang berkaitan dengan dua konsep itu.

Baca Juga :  Unduh Buku Fikih Tradisi

Seperti telah dinyatakan sebelumnya bahwa ulasan tentang teologi dalam karya Ibnu Sina ini meliputi dua pembahasan; pertama, pembahasan tentang konsep-konsep umum (al-mafahim al-amah) dan kedua, pembahasan tentang Penggerak Pertama atau Wajib al-Wujud. Pembahasan bagian pertama al-ilahiyyat Ibnu Sina tentang konsep-konsep umum diletakkan oleh ar-Razy di bagian pertama kitab al-Mabahits al-Masyriqiyyah sedangkan pembahasan bagian kedua, yakni tentang Penggerak Pertama atau Wajib al-Wujud diletakkan oleh ar-Razy dalam bagian ketiga, yakni bab tersendiri dalam kitab al-Mabahits al-Masyriqiyyah.

Susunan seperti ini menunjukkan usaha ar-Razy dalam mengadopsi susunan pembahasan ilmu kalam seperti yang ditulis oleh Abdul Qahir al-Baghdadi melalui kitabnya, Usuluddin. Jadi ar-Razy menggunakan kosmologi ilmu kalam dalam dua level sekaligus: pertama, level mengkonteksualisasikan konsep-konsep filsafat dengan persoalan-persoalan ilmu kalam dan kedua, level penyusunan ulang pembahasan filsafat Aristoteles-Ibnu Sina dengan mengadopsi susunan pembahasan ilmu kalam.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here