Romantika Cinta Rasulullah dan Khadijah

1
1613

BincangSyariah.Com – Tak ada wanita di dunia ini yang lebih indah pekerti dan lebih utama kehormatannya dari pada Khadijah ra. Ketika ia dilahirkan dengan kondisi masyarakat Arab penuh kebodohan, Khadijah tumbuh dengan akhlak yang mulia, ia tak sedikit pun mengikuti kebiasaan masyarakat Arab menyembah berhala. Khadijah dan keluarganya menganut ajaran terdahulunya yang dibawa oleh Nabi Ibrahim as dan Nabi Ismail as.

Salah satu keluarga Khadijah, Waraqah bin Naufal adalah orang yang hanif. Ia bahkan mencela orang-orang yang menyembah berhala dan membunuh anak-anak perempuan. Waraqah adalah tempat Khadijah menceritakan segala hal yang menjadi tabir mimpinya. Hingga suatu saat, Khadijah menemui Waraqah untuk menanyakan perihal Rasulullah Saw.

Ketika kabar tentang seorang pemuda yang dikenal dengan julukan al-amin sampai ke telinga

Khadijah, maka Khadijah bermaksud mengangkat pemuda itu sebagai salah satu pekerjanya yang membawakan dagangannya ke Syam. “Karena Khadijah telah mengetahui pribadi Muhammad yang terkenal dengan kejujurannya, berakhlak mulia, tidak pernah menyembah berhala, dan sangat bisa dipercaya jika diserahi amanat, Khadijah pun menitipkan barang dagangannya kepada Muhammad melebihi apa yang dibawa oleh selain Muhammad” (hlm. 40).

Kian hari Khadijah mengagumi perangai Muhammad. Suatu ketika ia bermimpi Matahari turun dari langit lalu masuk ke dalam rumahnya serta memancarkan sinarnya ke seluruh tempat sehingga tidak ada satu rumah pun di kota Makkah yang luput dari sinarnya. Segera Khadijah menemui Waraqah dan menceritakan perihal mimpinya. Waraqah berkata, “Takwil dari mimpimu itu bahwa engkau akan menikah kelak dengan seorang Nabi akhir zaman”. Jawaban Waraqah ini diperjelas dengan ia menyebut nama Muhammad. Khadijah pun pulang ke rumah dengan hati gembira. Sejak itulah, ia merasakan getaran-getaran rindu dan cinta.

Baca Juga :  Ternyata Ada Habib yang Tak Dikasihi Rasulullah, Siapa Mereka?

Saat tiba waktu kedatangan kafilah yang di dalamnya ada Rasulullah, Khadijah pun menanti-nanti dan menyambutnya. Muhammad pun menemui Khadijah untuk melaporkan hasil dagangan selama di Syam. Pesona Rasulullah ternyata mampu memantapkan hati Khadijah untuk memilih pasangan hidupnya.

Rumah tangga Rasulullah dan Khadijah adalah teladan. Di dalamnya hidup sepasang suami istri yang penuh harmonis berlandaskan cinta dan keihlasan. Kepada Rasulullah, Khadijah tak pernah menuntut suatu materi yang ia tidak memilikinya. Bahkan Khadijah mengorbankan hartanya untuk dakwah Rasulullah.

Rasulullah sangat mencintai Khadijah begitupun sebaliknya. Begitu dalam cinta Rasulullah pada Khadijah, bahkan ketika ia sudah meninggal seringkali Rasulullah menyebut-nyebut kebaikannya di hadapan istri-istri dan sahabat beliau. Rasulullah pun tak pernah memadu Khadijah selama pernikahannya.

Padahal, sangat terbuka peluang bagi Rasulullah untuk memperistri wanita-wanita lain yang lebih muda dari Khadijah atau mengangkat budak perempuan tanpa menyalahi adat pada masa itu. Namun, Rasulullah tak ada sedikit pun niat melakukannya. Bagi Rasulullah, Khadijah adalah tempat kembali dari segala persoalan yang membuat gundah dan gelisah pikirannya. Khadijah selalu siap menjadi telinga bagi Rasulullah. Kata-katanya begitu menyejukkan hati. Bahkan Khadijah telah bertekad mengabdikan jiwa raganya demi Rasulullah, karena ia yakin itulah jalannya menggapai ridha-Nya.

Di depan para sahabat, Rasulullah sering menyebut Khadijah sebagai wanita yang paling mulia di muka bumi. Ali bin Abi Thalib pernah mendengar Rasulullah bersabda,Sebaik-baik wanita adalah Maryam bin Imran. Sebaik-baik wanita dunia adalah Khadijah” (hlm. 66)

Buku Khadijah karya Badiatul Roziqin ini berisi kisah kemesraan rumah tangga yang dibalut kesucian cinta antara dua insan, Khadijah dan Rasulullah Saw. Khadijah adalah seorang istri setia. Keistimewaannya mampu menyulut api cemburu Aisyah ra. yang bahkan semasa hidup belum pernah bertemu dengannya. Khadijah adalah wanita tangguh, teladan wanita sepanjang masa.

Baca Juga :  Sayyidah Khadijah; Saudagar Kaya Raya yang Diperistri Rasulullah

Ia mampu mengalahkan kebiasaan buruk masyarakat Arab jahiliah yang mendiskriminasi kaum perempuan. Ia mampu menetapkan pilihan pasangan hidupnya, saat wanita-wanita pada masa itu dijadikan layaknya barang yang bisa dipertukarkan dan diperjual belikan. Bahkan, Khadijah menjadikan rumahnya sebagai tempat berlindung  bagi orang yang membutuhkan. Dari Khadijah lahirlah keturunan-keturunan Rasulullah yang menyebar di dunia ini. Keturunan-keturunan yang terus berkembang dari masa ke masa.

Judul Buku                  : The Golden Stories of Khadijah

Penulis                         : Badiatul Roziqin

Penerbit                       : Semesta Hikmah, Yogyakarta

Tahun Terbit                 : 2018

Jumlah Halaman           : vi + 186 hlm

ISBN                           : 978-602-51994-9-3

1 KOMENTAR

  1. Saya dari Malaysia, usia 57 tahun. Amat kepinin mendapat asas ilmu tauhid selain dari sifat 20…banka istilah dalam ilum tauhid tiada diterjemah ke bahasa Melatyu, maka amat sukar memahami jika membaca buku ilmu tauhid bersendirian. saya cuba beli sebaub kamus Islam karya karyawan dari Indonesia tetapi itu pun belum cukup lengkap.jika ada kiriman dari pihak tuan panduan mendalam tentang qada dan qadar serta pegangan ahli sunnah wal jamaah , saya amat alu alukan .jazakallah

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here