Buya Syafii Maarif: Islam, Keindonesiaan dan Kemanusiaan Harus Satu Napas

0
323

BincangSyariah.Com – Ahmad Syafii Maarif, tokoh besar Muhammadiyah, mencoba menjawab persoalan Islam, keindonesiaan, dan kemanusiaan dalam satu buku. Buya Syafii ingin menegaskan bahwa Islam, keindonesiaan dan kemanusiaan bisa bersatu dan menjadi modal sosial bangsa Indonesia.

Mantan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah tersebut menjelaskan bahwa Islam bersifat universal dalam hakikat ajaran dan misi kemanusiaannya. Akan tetapi, praktik sosial Islam dalam format budaya berbagai suku bangsa tidak mungkin bebas dari pengaruh lokal, nasional, atau pun global, termasuk Islam di Indonesia.

Maka dari itu, bukan sebuah kesalahan jika ada terminologi yang menyebutkan Islam India, Islam Nigeria, Islam Amerika, Islam Iran, Islam Pantai Gading, Islam Jepang, Islam Arab Islam Turki, Islam Chad, Islam Brunei, Islam Cina, Islam Prancis, Islam Indonesia, dan lain-lain.

Dalam buku ini, Buya Syafii Maarif memaparkan bahwa jika Islam dipahami secara benar dan cerdas, maka akan memberikan dorongan dan sumbangan yang dahsyat untuk mengukuhkan keindonesiaan di bawah naungan lima sila dalam Pancasila.

Beliau juga menyatakan dengan tegas bahwa untuk membangun Indonesia yang luas dan besar jelas tidak gampang. Untuk itu, ia menyeru kepada Indonesia, tanah tumpah darah kita semua, kepada Islam, agama mayoritas penduduk Indonesia, dan kepada kemanusiaan yang secara teori memayungi nasionalisme bangsa Indonesia.

Tiga konsep yang terdiri dari Islam, keindonesiaan dan kemanusiaan harus ditempatkan dalam satu napas agar Islam yang berkembang di Indonesia menjadi Islam yang ramah, terbuka, inklusif, dan bisa memberi solusi untuk masalah-masalah besar bangsa dan negara.

Baginya, Islam harus dinamis dan bersahabat dengan lingkungan kultur, sub-kultur, dan agama di Indonesia yang sangat beragam. Islam juga harus memberikan keadilan, kenyamanan, keamanan, dan perlindungan untuk semua orang yang tinggal di Indonesia, tanpa ada diskriminasi, apa pun agama yang diikutinya atau tidak diikutinya.

Baca Juga :  Unduh Gratis Buku Tatacara Pemulasaraan Jenazah

Maka, untuk mewujudkan itu semua, tugas penganut semua agama adalah berlomba untuk menegakkan dan menyebarkan kebajikan, tidak hanya untuk diri sendiri atau kelompok sendiri. Perlombaan dalam kebajikan juga tidak boleh merusak perumahan Indonesia sebagai negara-bangsa milik bersama dan tidak boleh pula keluar dari koridor “kemanusiaan yang adil dan beradab” dalam Pancasila.

Judul               : Islam dalam Bingkai Keindonesiaan dan Kemanusiaan

Penulis            : Ahmad Syafii Maarif

Penerbit           : Mizan

Edisi                : Kedua, 2015

Tebal               : 405 halaman

Sejak awal, mayoritas umat Islam Indonesia adalah pendukung sistem demokrasi. Hal ini tentu saja berbeda dengan banyak negara Islam di berbagai belahan dunia yang menolak atau ragu terhadap demokrasi.

Dahulu, masyarakat Indonesia yang mayoritas Muslim justru memandang demokrasi sebagai realisasi prinsip syura seperti yang diajarkan dalam Al-Qur’an. Masyarakat Indonesia percaya bahwa melalui demokrasi, cita-cita kemasyarakatan dan kenegaraan Islam akan lebih mudah diperjuangkan.

Buku ini masih sangat relevan untuk kembali dibaca terutama untuk menghadapi situasi saat ini di mana banyak orang beragam Islam yang justru semakin eksklusif, bukan inklusif. Banyak orang yang lebih menonjolkan keislamannya ketimbang keindonesiaan bahkan kemanusiaannya sendiri.

Padahal, Islam mengajarkan sikap toleransi yang mestinya bisa dipraktikkan dengan sangat sederhana dalam kehidupan beragama, termasuk tidak menjelek-jelekkan dan memusuhi orang-orang yang berbeda agama atau yang satu agama namun berbeda aliran.

Benar apa yang dipaparkan oleh Buya Syafii bahwa Islam, keindonesiaan dan kemanusiaan harus satu napas agar tidak ada yang egois satu sama lain. Jika ketiganya bersatu, kedamaian tentu akan lebih mudah terwujud dan segala pertikaian yang terjadi akibat perbedaan akan bisa diselesaikan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here