Buku Terbaru el-Bukhari : Menjadi Manusia Rohani : Meditasi-Meditasi Ibn ‘Athaillah dalam Kitab al-Hikam

0
155

BincangSyariah.Com – Di bulan ini, pustaka el-Bukhari merasa bersyukur dan berbangga karena dapat menghadirkan buku yang sangat istimewa ini. El-Bukhari bekerjasama dengan Alif.id menerbitkan buku Menjadi Manusia Rohani : Meditasi-Meditasi Ibn ‘Athaillah dalam Kitab al-Hkam, karya salah Ulil Abshar Abdalla. Kita tahu, gus Ulil, adalah diantara cendekia muslim dan aktivis NU yang telah lama terkenal. Beliau kini dikenal dengan kajian kitab Ihya ‘Ulumuddin karya Imam al-Ghazali yang bisa ditonton secara daring via live streaming facebook di akun beliau.

Melalui sebuah buku setebal 284 halaman dengan perenungan filosofis yang mendalam, Ulil Abshar Abdallah turut serta memperkaya sekaligus melestarikan tradisi mensyarah sebuah kitab yang mulai lesu.

Keunggulan lainnya, kalimat demi kalimat yang mas Ulil gunakan dalam menulis bukunya ini adalah bahasa sehari-hari yang mudah dicerna dan dipahami. Karakter pribadinya sebagai intelektual kritis turut mempengaruhi bagaimana sebuah diksi sederhana yang dipilih terasa mengandung makna yang luas dan mendalam, sehingga penjelasan Ulil Abshar Abdallah mengundang perenungan di satu sisi dan menjadi pedoman praktis di sisi lain.

Tak lupa dicatat, jauh sebelum karya-karya di atas, “ulama kuna” kita, yakni Kiai Haji Muhammad Saleh bin Umar as-Samarani atau lebih dikenal dengan sebutan Mbah Saleh Darat juga telah menuliskan syarah al-Hikam dalam bahasa Jawa yang ditulis dengan aksara Pegon.

Mbah Saleh Darat juga telah menuliskan syarah al-Hikam dalam bahasa Jawa yang ditulis dengan aksara Pegon. Mbah Saleh Darat adalah Mahaguuru para ulama Nusantara seperti KH. Hasyim Asyari Tebuireng, Jombang (Pendiri Nahdlatul Ulama), KH. Ahmad Dahlan, Yogyakarta (Pendiri Muhammadiyah), KH. Mahfuzh dari Trems, KH. Amir dari Pekalongan, KH. Idris dari Surakarta, bahkan Kiai Penghulu Tafsir Anom dari Keraton Surakarta.

Baca Juga :  Unduh Gratis Buku Panduan Zakat

Selain bermakmum kepada Kiai Saleh Darat, Ulil Abshar Abdalla rupanya juga ingin meneruskan “tradisi keluarga rembang”. Mengapa?

Sebab, “Keluarga Rembang” adalah para pecinta al-Hikam. Menurut cerita KH. A. Mustofa Bisri (atau Gus Mus, ayah mertua penulis buku ini), pamanya almarhum KH. Misbah Mustofa sudah menerjemahkannya ke dalam bahasa Jawa, adiknya almarhum KH. Adib Bisrti telah menerjemahkannya ke dalam bahasa Indonesia, dan terakhir kakaknya almarhum KH Cholis Bisri juga membuat syarah dalam bahasa Indonesia yang diberi judul Indahnya bertasawuf.

Akhir kata, terimakasih kepada mas Ulil Abshar Abdalla atas kepercayaannya kepada kami. Bagi para pembaca yang ingin memesan dapat segera menghubungi kontak di flyer yang dilampirkan di artikel ini.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here