Agar Kembali ke Quran Hadis Kalian Tidak Sesat, Baca Buku Ini

4
1302

BincangSyariah.Com – Pelajaran menarik dari kemunculan islamofobia di China. Menurut pengamat, masyarakat China pada umumnya kurang menyukai Islam karena umat Islam sering meributkan perkara remeh seperti soal makanan, pakaian, dan lainnya. Kata “Meributkan” ini perlu mendapat perhatian lebih dari kita umat Islam.

Ribut di sini berarti debat dan polemik tentang ajaran agama. Polemik ini akan semakin menguat jika didasari sikap fanatik berlebihan. Orang lain akan merasa dihakimi dan diserang keyakinannya, lalu ia akan merespon dengan melakukan upaya pembelaan atau penolakan.

Di sinilah kita perlu mempelajari kembali tentang fenomena “Keributan” yang terjadi di antara sesama umat Islam. Apa sebabnya? Mengapa demikian? Apakah hal itu tidak dapat diarahkan kepada pembentukan sikap yang lebih positif?

Iklan Ilmu Matan Hadis
Iklan Ilmu Matan Hadis

Silakan Pesan di Kontak Ini

Banyak orang menyadari “keributan” itu timbul setelah muncul gerakan kembali kepada Al Quran dan Sunnah. Gerakan yang ingin mengembalikan kemurnian agama Islam sebagaimana kondisi dia datang pertama kali pada abad ketujuh masehi. Gerakan ini menolak praktik taklid, ketundukan tanpa syarat terhadap ajaran agama yang telah menjadi standar ortodoksi selama ratusan bahkan ribuan tahun.

Menurut mereka, hal ini perlu untuk mengembalikan kejayaan Islam. Tetapi, gerakan ini mendapat kritik dari dua sisi. Pertama, kaum tradisionalis yang berpegang teguh terhadap ajaran Islam yang telah mapan. Mereka pada umumnya adalah penganut mazhab hukum dan teologi Islam dominan. Kedua, kaum cendekiawan modern yang melihat gerakan kembali kepada Al Quran dan Sunnah bermasalah karena mengabaikan ilmu pengetahuan baik tradisional maupun modern dalam memahami keduanya.

Mereka melihat gerakan kembali kepada Al Quran dan Sunnah sebagai gerakan pembodohan umat. Lebih keras lagi, sebagian sarjana menyebutnya sebagai gerakan vandalisme pengetahuan atau perusakan budaya ilmu pengetahuan.

Baca Juga :  el-Bukhari Institute Kembali Terbitkan Buku Berjudul "Ilmu Matan Hadis"

Kritik yang dilancarkan kepada para pendukung gerakan kembali kepada Al Quran dan Sunnah, tidak banyak berarti karena dengan keyakinannya mereka tetap menyebarkan agenda mereka di masyarakat Muslim.

Di tingkat global, gerakan mereka didukung oleh Pemerintah Kerajaan Arab Saudi, terutama sejak tahun 70 an. Gerakan ini menjadi dapat dikelompokkan menjadi global salafism/salafi global. Jejaringnya melampaui batas batas negara sehingga gerakan ini tergolong gerakan transnasional.

Dalam praktiknya, para pendukung gerakan kembali kepada Al Quran dan Sunnah lebih mengedepankan penggunaan Sunnah dibanding Al Quran. Hal ini menegaskan temuan George Tharabisi dalam buku Min Islamil Quran Ila Islamil Hadits (Dari Islam model Al Quran menuju Islam model hadits). Persoalan utama gerakan ini adalah mencoba membatasi pengetahuan dalam apa yang mereka sebut Sunnah Shahihah.

Dalam konteks keterbatasan sumber ini, mereka menerapkan model pemahaman yang tekstualis. Hanya berdasar pada pengertian tekstual sebuah teks hadis Nabi SAW. Terkadang, mereka mengabaikan komparasi antar teks yang memiliki kandungan yang senada atau yang berbeda. Ketika mendapati teks yang berbeda, mereka cenderung menggunakan pendekatan preferensi yang disebut tarjih.

Dalam pendekatan ini, satu teks akan diterima secara mutlak dan teks lain akan dieliminasi tanpa diambil sama sekali pesannya. Karena itu, pengamat mengatakan bahwa mereka cenderung mengamalkan satu sunnah tapi tanpa sadar mereka meninggalkan sunnah lainnya (ya’mal bis sunnah wa yatruk as sunnah).

Para pendukung gerakan kembali kepada Al Quran dan Sunnah dengan percaya diri terus mengembangkan gerakan mereka semakin luas. Sekalipun patron mereka di Arab Saudi telah mulai meninggalkan gaya keberagamaan yang sempit dan kaku tersebut. Umat Islam perlu disadarkan bahwa memahami hadis itu ada ilmunya.

Baca Juga :  Menuju Nikmat Munajat dengan Sikap Moderat

Bukan sekadar ketika mendapati hadis yang diklaim sahih lalu dapat dijadikan dasar ajaran agama. Lebih lebih untuk bersikap terhadap orang lain. Di sinilah perlunya mempelajari ilmu yang berguna untuk memahami kandungan hadis. Kandungan hadis, sebagaimana terdapat dalam matan sebuah hadis, memiliki keragaman bentuk dan pola. Juga mengandung beberapa hal yang menyebabkan terjadinya kesalahpahaman jika tidak didasari sikap yang penuh kecermatan yang baik.

Para ahli hadis klasik sangat memperhatikan hal ini. Sebagian di antaranya menyatakan al hadits mudhillatun illa lil fuqaha, hadis dapat menyebabkan kesesatan kecuali bagi orang orang yang ahli dalam memahami hadis (baca: fuqaha). Kehati hatian sangat penting dalam memahami hadis. Agar dapat diberhati-hati orang harus membekali diri dengan ilmu pemahaman hadis hadis.

Dan tentu saja ilmu matan hadis menjadi bagian tak terpisahkan dari ilmu pemahaman hadis ini. Buku Ilmu Matan Hadis karya M. Khoirul Huda disusun untuk kebutuhan tersebut. Memahami hadis itu ada ilmunya. Wallahu a’lam.

4 KOMENTAR

  1. Syiah dan wahabi adalah 2 tanduk syetan yg merupakan proyek yahudi untuk penghancuran islam dari dalam dan merupakan bagian dari Yahudi. Syiah telah ada sejak jaman kekhalifaan hingga kini. Berangkat dari sakit hati sebab pembantaian yg dilakukan kepada keturunan nabi saw dan hingga kini banyak ajaran syiah yg menyimpang dari ajaran sunni, Fatwa MUI menyatakan bahwa SYIAH telah memenuhi 10 ciri ajaran sesat .
    Sedangkan wahabi yg akhir2 ini berganti nama menjadi salafy dibawa oleh muhammad bin abdul wahab yg lahir awal tahun 1701. Beraqidah mujassim dan musyabbih ibnu taimiyah.
    Tetapi ulama ulama yv dikibuli wahabi menyebut wahabi sebagai bagian dari penegak Islam tauhid sebagaimana dikampanyekan oleh pengikut-pengikutnya di Indonesia padahal mereka mengusung aqidah mujassim dan musyabbih ibnu taimiyah plus khawarij yg nyata kesesatannya.
    Sejarawan Yahudi bernama Ishaq bin Zafi yg mengakui kalau wahabi itu bagian dari sekte Yahudi. Dalam buku Ensiklopedia Sekte-Sekte Yahudi, ia menulis bahwa paham wahabisme adalah salah satu sekte Yahudi. Bahkan, dalam buku yang terbit pada 1957 M itu, Ishaq memberikan bukti-bukti konkrit tak terbantahkan. Ini teks yang ditulis olehnya:

    Dalam ensiklopedia ini, tepatnya pada kata yang digaris bawahi dengan tinta merah, tertulis bahwa golongan wahabi adalah salah satu sekte Yahudi yang luarnya terlihat Islami tapi di dalamnya menyimpan syiar-syiar Yahudi. Silakan simak teks lengkapnya dalam bahasa Arab beserta artinya, di bawah ini:
    ونشر اسحاق بن زفي الرئيس السابق للدولة اليهودية المغتصبة لفلسطين كتابا عن الدونمة بالعبرية وترجمه للانكليزية اليهودي اسحاق عبادي واصدرته دار النشر اليهودية في امريكا عام 57 واعيد طبعه مرة ثانية عام 1961
    يقول ::
    ((هناك طوائف دينية لاتزال تعتبر نفسها جزءا من بني اسرائيل واعضاء هذه الطوائف — رغم اختلاف اسلوبهم عن مجموعة الشعب اليهودي — استمروا على اقامة شعائر الدين اليهودي ومن هؤلاء طائفة السامريين ومنهم طائفة هامة اخرى هي طائفة الوهابية وهي مسلمة في الظاهر الا انها تقيم سرا الشعائر اليهودية ..))
    Artinya:
    “Ishaq ibn Zafi (Yitzhak Ben Zvi), mantan presiden Negara Yahudi, penjajah Palestina, menerbitkan sebuah buku tentang Dunamah (salah satu Sekte Yahudi) dalam Bahasa Ibrani, lalu diterjemahkan ke dalam Bahasa Inggris oleh seorang berkebangsaan Yahudi bernama Yitzhak Abade. Buku terjemah ini diterbitkan Penerbit Yahudi di Amerika tahun 1957. Dan dicetak ulang pada tahun 1961.
    Yitzhak Ben Zvi berkata:
    Terdapat beberapa kelompok keagamaan yang senantiasa menganggap diri mereka bagian dari Bani Israel –meski ada perbedaan tradisi dengan Bangsa Yahudi mainstream–, mereka secara terus menerus mempraktikkan syiar-syiar Agama Yahudi. Di antara kelompok-kelompok itu adalah Kelompok as-Samiriyyun (pengikut dajjal) …..Dan di antara mereka ( pengikut dajjal itu) adalah sebuah kelompok penting lain, yaitu Wahhabiyyah. Kelompok ini secara lahiriah muslim, tapi secara sembunyi-sembunyi mempraktikkan ritual-ritual Yahudi.”

    Jadi, wajar jika orang-orang wahabi memiliki sifat yang sama dengan satu sekte nya, bangsa Yahudi, yang suka menghalalkan segala cara (meski dengan dalih sunnah), suka memfitnah, mengubah isi kitab kuning, lalu suka menuduh orang lain kafir, syirik, sesat, bid’ah dan lainnya.
    Wahabi adalah nama yg disematkan oleh sulaiman bin abdul wahab kepada saudaranya yakni muhammad bin abdul wahab. Di Indonesia dikenal dengan istilah salafi. Sedangkan Abdul Wahhab bin abdurrahman bin Rustum bukan pendiri Wahhabiyyah tapi pengikut Wahbiyyah.
    Dalam kitab Tarikh Ibnu Khaldun dijelaskan sebagai berikut :
    وكان يزيد قد أذل الخوارج ومهد البلاد فكانت ساكنة أيام روح ، ورغب في موادعة عبد الوهاب بن رستم وكان من الوهبية فوادعه
    Dari petikan kalimat diatas, jelas sekali bahwa Abdul Wahhab bin Rustum bukan pengikut Wahhabiyyah, bahkan bukan pula pendiri Wahhabiyyah, melainkan termasuk pengikut Wahbiyyah.
    Lantas siapakah pendiri Wahbiyyah yang diikuti oleh Abdul Wahhab bin Rustum?. Pendiri Wahbiyyah bernama Abdullah bin Wahbi Ar-Rasibi. Sedangkan pendiri Wahhabiyyah atau Wahhabi adalah Muhammad bin Abdul Wahhab
    Sumber : http://www.muslimoderat.net/2015/09/abdul-wahhab-bin-rustum
    Islam adalah copy paste dari alquran dan sunnah. Adapun dalam bermetode sedapat mungkin mengikuti keempat madzhab atau salah satunya. Beraqidah ahlussunnah waljamaah asy’ariah ataupun maturidiah. Berthasawwuf seperti alghazali ataupun abdul qodir jaelani ataupun ulama-ulama thasawwuf yg telah masyhur. Sholat berjamaah di masjid bagi laki2kecuali udzurm bagi wanita boleh juga sholat di masjid ataupun di rumah kecuali udzur dan hendaklah menutup aurat. Jangan beraqidah wihdatul wujud atau manunggaling kawula gusti, jangan berpaham mu’tazilah atau sekuralisme, jangan berpaham kapitalisme, materialisme ataupun komunisme, jangan menyembah kuburan ataupun perbuatan syirik lainnya, jangan mengikuti syi’ah, jangan mengikuti ibnu taimiyyah dan murid-muridnya seperti ibnul qayyim dll yang musyabbih dan mujassim, jangan mengikuti muhammad bin abdul wahhab dan murid-muridnya yang musyabbih dan mujassim plus khawarij, sekte yahudi berkedok ahlussunnah wal jamaah. COPAS & SHARE

  2. “Ishaq ibn Zafi (Yitzhak Ben Zvi), mantan presiden Negara Yahudi, penjajah Palestina, menerbitkan sebuah buku tentang Dunamah (salah satu Sekte Yahudi) dalam Bahasa Ibrani, lalu diterjemahkan ke dalam Bahasa Inggris oleh seorang berkebangsaan Yahudi bernama Yitzhak Abade. Buku terjemah ini diterbitkan Penerbit Yahudi di Amerika tahun 1957. Dan dicetak ulang pada tahun 1961.
    Yitzhak Ben Zvi berkata:
    Terdapat beberapa kelompok keagamaan yang senantiasa menganggap diri mereka bagian dari Bani Israel –meski ada perbedaan tradisi dengan Bangsa Yahudi mainstream–, mereka secara terus menerus mempraktikkan syiar-syiar Agama Yahudi. Di antara kelompok-kelompok itu adalah Kelompok as-Samiriyyun (pengikut dajjal) …..Dan di antara mereka ( pengikut dajjal itu) adalah sebuah kelompok penting lain, yaitu Wahhabiyyah. Kelompok ini secara lahiriah muslim, tapi secara sembunyi-sembunyi mempraktikkan ritual-ritual Yahudi.”

    Jadi, wajar jika orang-orang wahabi memiliki sifat yang sama dengan satu sekte nya, bangsa Yahudi, yang suka menghalalkan segala cara (meski dengan dalih sunnah), suka memfitnah, mengubah isi kitab kuning, lalu suka menuduh orang lain kafir, syirik, sesat, bid’ah dan lainnya.
    Wahabi adalah nama yg disematkan oleh sulaiman bin abdul wahab kepada saudaranya yakni muhammad bin abdul wahab. Di Indonesia dikenal dengan istilah salafi. Sedangkan Abdul Wahhab bin abdurrahman bin Rustum bukan pendiri Wahhabiyyah tapi pengikut Wahbiyyah.
    Dalam kitab Tarikh Ibnu Khaldun dijelaskan sebagai berikut :
    وكان يزيد قد أذل الخوارج ومهد البلاد فكانت ساكنة أيام روح ، ورغب في موادعة عبد الوهاب بن رستم وكان من الوهبية فوادعه
    Dari petikan kalimat diatas, jelas sekali bahwa Abdul Wahhab bin Rustum bukan pengikut Wahhabiyyah, bahkan bukan pula pendiri Wahhabiyyah, melainkan termasuk pengikut Wahbiyyah.
    Lantas siapakah pendiri Wahbiyyah yang diikuti oleh Abdul Wahhab bin Rustum?. Pendiri Wahbiyyah bernama Abdullah bin Wahbi Ar-Rasibi. Sedangkan pendiri Wahhabiyyah atau Wahhabi adalah Muhammad bin Abdul Wahhab
    Sumber : http://www.muslimoderat.net/2015/09/abdul-wahhab-bin-rustum
    Islam adalah copy paste dari alquran dan sunnah. Adapun dalam bermetode sedapat mungkin mengikuti keempat madzhab atau salah satunya. Beraqidah ahlussunnah waljamaah asy’ariah ataupun maturidiah. Berthasawwuf seperti alghazali ataupun abdul qodir jaelani ataupun ulama-ulama thasawwuf yg telah masyhur. Sholat berjamaah di masjid bagi laki2kecuali udzurm bagi wanita boleh juga sholat di masjid ataupun di rumah kecuali udzur dan hendaklah menutup aurat. Jangan beraqidah wihdatul wujud atau manunggaling kawula gusti, jangan berpaham mu’tazilah atau sekuralisme, jangan berpaham kapitalisme, materialisme ataupun komunisme, jangan menyembah kuburan ataupun perbuatan syirik lainnya, jangan mengikuti syi’ah, jangan mengikuti ibnu taimiyyah dan murid-muridnya seperti ibnul qayyim dll yang musyabbih dan mujassim, jangan mengikuti muhammad bin abdul wahhab dan murid-muridnya yang musyabbih dan mujassim plus khawarij, sekte yahudi berkedok ahlussunnah wal jamaah. COPAS & SHARE

  3. […] BincangSyariah.Com – Untuk menyambut Hari Santri pada 22 Oktober, Penerbit eBI Publishing yang konsentrasi menerbitkan buku-buku ilmu hadis memberikan diskon yang cukup besar. Terdapat tiga buku yang sudah diterbitkan eBI Publishing terkait ilmu hadis. Pertama, Al-Bukhari dan Metode Kritik Hadis. Buku ini membahas secara mendalam mengenai kaidah Imam al-Bukhari dalam menilai hadis-hadisnya. Untuk membaca ulasan buku tersebut, baca tulisan Menyoal Kembali Cara Kerja Menyeleksi Hadis-Hadis Nabi.  Kedua, buku Meluruskan Pemahaman Hadis Kaum Jihadis. Untuk membaca ulasan buku tersebut, baca tulisan tersebut di sini. Ketiga, buku Ilmu Matan Hadis. Untuk membaca buku tersebut, baca Agar Kembali ke Al-Quran dan Sunnah Kalian Tidak Sesat, Baca Buku Ini. […]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here